
Dasar-Dasar Molekular Pewarisan Sifat.
DNA atau asam deoksiribonukleat, adalah materi genetik utama dalam hampir semua bentuk kehidupan. DNA mengandung instruksi genetik yang diperlukan untuk pertumbuhan, perkembangan, fungsi, dan pewarisan sifat organisme. Dalam strukturnya, DNA tersusun atas dua untai yang saling berpaut membentuk bentuk ganda heliks. Setiap untai DNA terdiri dari serangkaian nukleotida yang terdiri dari gugus fosfat, gula deoksiribosa, dan salah satu dari empat basa nitrogen: adenin (A), timin (T), sitosin (C), dan guanin (G). Kombinasi urutan basa ini membentuk “bahasa genetik” yang memuat instruksi untuk sintesis protein dan pengaturan berbagai proses biologis dalam organisme. Sebagai materi genetik, DNA bertanggung jawab atas pewarisan sifat dari satu generasi ke generasi berikutnya.
16.2 Banyak Protein Bekerja Sama dalam Replikasi dan Perbaikan DNA
Prinsip Dasar: Perpasangan Basa ke Untai Cetakan
Watson dana Crick menyatakan hipotesis tentang cara DNA bereplikasi:
Kini model kami tentang asam deoksiribonukleat merupakan, sebagai akibatnya, sepasang cetakan, masing- masing saling komplementer. Kami membayangkan bahwa sebelum duplikasi, ikatan hidrogen putus, dan kedua rantai membuka serta memisah. Setiap rantai kemudian bertindak sebagai cetakan untuk pembentukan rantai pendamping pada dirinya sendiri, sehingga kita akhirnya akan memperoleh dua pasang rantai, yang awalnya hanya satu. Terlebih lagi, urut-urutan pasangan basa akan diduplikasi secara tepat sama.


16.3 Kromosom Terdiri Atas Suatu Molekul DNA yang Dikemas Bersama-Sama dengan Protein
Komponen utama genom pada sebagian besar bakteri adalah suatu molekul DNA melingkar beruntai ganda yang berasosiasi dengan beberapa kecil protein. Walaupun kita menyebut struktur ini kromosom bakteri, namun perbedaannya sangat jauh dari kromosom eukariot, yang terdiri atas suatu molekul DNA lurus yang berasosiasi dengan banyak protein. Pada E. coli, DNA kromosom terdiri dari sekitar 4,6 juta pasangan basa, merepresentasikan 4.400 gen. Ini 100 kali lebih banyak daripada DNA dalam virus pada umumnya, namun hanya ada sekitar seperseribu jumlah DNA dalam sel somatik manusia. Tetap saja, bakteri memiliki banyak DNA untuk dikemas dalam wadah sekecil itu.
Pesan Anda telah terkirim
Footer
Materi Terkait
DNA https://onehealthlab.net/blog/dna-jejak-genetik-kehidupan/?lang=id
Tautan Cepat
Kromosom https://ekapintar.wordpress.com/2024/04/29/dasar-kromosomal-pewarisan-sifat/
Gen-gen Tertaut https://ekapintar.wordpress.com/2024/04/16/seni-menjalin-hubungan/
Pola Pewarisan Sifat https://ekapintar.wordpress.com/2024/04/16/melampaui-hambatan/
Transkripsi https://finda53.wordpress.com/2024/05/14/dari-gen-ke-protein-3/
Translasi https://finda53.wordpress.com/2024/05/14/dari-gen-ke-protein-3/
Mutasi Titik https://finda53.wordpress.com/2024/05/14/dari-gen-ke-protein-4/
Kontak Saya
Nurul Rahmadina Azzahra
Pendidikan Biologi
Universitas Lampung
Jalur dua Univeristas Lampung, Jalan Prof. Dr Jl. Prof. Dr. Ir. Sumantri Brojonegoro No.1, Kota Bandar Lampung, Lampung 35141
nurulrahmadina195@gmail.com
Didesain dengan WordPress
